Pelantikan

Pelantikan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur Periode 2012-2015 More »

Pelantikan

Pelantikan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur Periode 2012-2015 More »

Pelantikan

Pelantikan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur Periode 2012-2015 More »

Raker

Rapat Kerja Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur Periode 2012-2015 More »

Raker

Rapat Kerja IDI Cabang Jakarta Timur Periode 2012-2015 More »

 

IDI MINTA DOKTER DIBERI PERLINDUNGAN HUKUM

Aturan Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran berpotensi menimbulkan ketidaktenangan dan keraguan dokter dalam melaksanakan tugasnya dan dapat menimbulkan defensive medicine, suatu bentuk praktik kedokteran ketika seorang dokter sangat memperhitungkan langkah-langkah aman bagi dirinya agar tidak gampang dipersalahkan atau dituntut pasien.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) – Dr. Zaenal Abidin, MH menjelaskan seorang dokter memiliki kewajiban etik dan kewajiban profesional untuk memberikan pelayanan kedokteran atau menolong pasien. Kewajiban etik dan kewajiban profesional tersebut pun mengharuskan dokter untuk melakukan upaya yang maksimal dalam menolong pasien tanpa memilih-milih kondisi pasien, apakah kondisi pasien bisa disembuhkan atau diselamatkan atau kondisi pasien tersebut sangan kecil harapannya untuk diselamatkan. Hal tersebut menimbulkan kondisi dilematis bagi para dokter. “Kondisi dilematis ini membuat dokter menjadi profesi yang rawan untuk dipersalahkan, bahkan rawan untuk digugat atau dituntut secara hukum oleh masyarakat atau pasien,” ujarnya dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat di ruang sidang pleno MK, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (4/9).

KETERANGAN IDI DALAM SIDANG MAHKAMAH KONSTITUSI

gedung-mahkamah-konstitusiJakarta , 4 September 2014

Yang Mulia Majelis Hakim,

Seseorang yang berprofesi sebagai dokter  harus  memiliki syarat sebagai berikut :

  • Memiliki keilmuan dan keahlian (kompetensi) yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan yang sistematik dan terus-menerus;
  • Memiliki integritas etik
  • Memiliki orientasi melayani atau menolong sesama

Dari  syarat-syarat profesi dokter sebagaimana disebut diatas, maka seorang dokter memiliki kewajiban etik dan kewajiban profesional untuk senantiasa memberikan pelayanan kedokteran atau menolong pasien/orang yang membutuhkan pertolongan medis haruslah dilaksanakan dengan niat yang tulus atas dasar kepercayaan yang diberikan oleh pasien dengan menerapkan keahlian/kompetensinya berdasarkan standar profesi kedokteran.

Kewajiban etik dan kewajiban profesional juga mengharuskan dokter untuk melakukan upaya yang maksimal sekuat tenaga dengan segala keahlian/kompetensi yang dimilikinya dalam menolong pasien, tanpa boleh memilih-milih kondisi pasien, apakah kondisi pasien tersebut bisa disembuhkan/diselamatkan ataukah kondisi pasien tersebut sangat kecil harapannya untuk diselamatkan.

kartu lebaran1345

PELAYANAN

TUTUP : Tanggal 25 Juli 2014

BUKA : Tanggal 5 Agustus 2014

Bakti Sosial Juni 2014

BAKTI SOSIAL

Yayasan Hijau Putih Bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Timur akan menyelenggarakan kegiatan Baksi Sosial sebagai wujud dari Ranah Pengabdian Masyarakat yang akan di delengkarakan pada:

Waktu dan Tempat

Hari        : Sabtu
Tanggal : 21 Juni 2014
Waktu   : Pukul 06.00 WIB S/d Selesai
Tempat : Komplek BRI Jl. Pramuka Raya (Belakang POM Shell)

Sehubungan hal tersebut, maka kami mengundang sejawat untuk berpastisipasidalam acara tersebut. Bagi TS yang ikut serta akan di berikan 2 SKP untuk Kegiatan P2KB Ranah Pengabdian Masyaraka.

-Pengobatan UMUM 5 Dokter (bagi TS yang ikut membawa stetoskop dan tensimeter)
-Khitan 5 Dokter (bagi TS yang ikut membawa Alat perlengkapan Khitan)
-Pengobatan GIGI
-Bedah Minor

Kegiatan Bakti Sosial IDI Cabang Jakarta Timur ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kita untuk dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat.